...males googling? OK sini Pujangga Sesat kasih tau..
Obon (お盆) adalah serangkaian upacara dan tradisi di Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō (kalender lunisolar).(Sumber: wikipedia Indonesia)
Orang Jepang percaya arwah orang yang meninggal pulang untuk merayakan Obon ke rumah yang pernah ditinggalinya. Pada tanggal 13 Agustus, anak cucu yang mengharapkan kedatangan leluhur membuat api kecil di luar rumah yang disebut mukaebi untuk menerangi jalan pulang bagi arwah leluhur. Pada masa lokasi makam masih berdekatan dengan lokasi permukiman, orang zaman dulu sering harus pergi sampai ke makam untuk menyambut kedatangan arwah leluhur.
Setelah arwah leluhur sampai di rumah yang dulu pernah ditinggalinya, pendeta agama Buddha dipanggil untuk membacakan sutra bagi arwah leluhur yang baru saja datang. Sutra yang dibacakan oleh pendeta Buddha sewaktu Obon disebut Tanagyō karena dibacakan di depan altar berisi barang persembahan yang disebut shōrōdana (shōryōdana) atau tana.
Pada tanggal 16 Agustus, arwah leluhur pulang ke alam sana dengan diterangi dengan api yang disebut okuribi.
Nah, Pujangga Sesat aslinya orang jawa, dan entah kenapa tradisi jepang ini malah mengingatkan Pujangga Sesat sama tradisi Nyadran. Nggak tau sih di luar jawa tengah-timur... tapi dulu di kampung Pujangga Sesat, sebelum Ramadhan pasti warga sekitar Nyadran...
Nyadran itu bersih-bersih jalan hingga ke kuburan dan membersihkan kuburan leluhur dan keluarga. Pada dasarnya sih kayaknya sama dengan budaya Obon pada awalnya.
Tapi mungkin sama wali songo atau pemuka agama Islam jaman dulu, diubahlah itu yang ada sesajen-sesajenan dan bakar-bakaran dupa atau apa lah.. jadi aja sebuah tradisi untuk bersih-bersih dan makan besar untuk warga muslim guna menyambut bulan Ramadhan.



